Mencintai atau Dicintai?

Posted on November 3, 2009. Filed under: Uncategorized |

Pertanyaan ini sebenarnya muncul sudah lama, ketika seorang teman bercerita tentang kesusahan cinta yang ia alami. Aneh. Karena pertanyaan ini tidak berhubungan secara dekat dengan kisahnya. Cuma, tiba-tiba saja pertanyaan ini muncul waktu itu, dan sampai sekarang pun masih ada di kepala ini. Tidak mengganggu sih, tapi ada disana. Aneh.

Pilih mana? Mencintai seseorang dengan tulus, apa adanya, sedalam-dalamnya, tak tergoyahkan, setia sampai kapanpun, bersedia melakukan apapun, pokoknya tanpa syarat! Atau dicintai seperti kriteria diatas? Tak ada jalan tengah, tak ada atau. Jika hanya ada dua pilihan ini, yang mana yang akan anda pilih?

Tak berguna! Mungkin hanya sebatas wacana. Sebatas skenario sinetron! Tak layak untuk dipikirkan bahkan diperdebatkan. Hahaha, coba bayangkan jika anda memiliki pertanyaan diatas di kepala anda. Tanpa latar belakang, tanpa tendensi.

Tulisan yang aneh!

Terserah!

Jadi pilih mana? Hidup dengan seseorang yang begitu anda cintai atau hidup dengan orang yang sangat mencintai anda?

Ada begitu banyak skenario bukan?

Make a Comment

Make a Comment: ( 4 so far )

blockquote and a tags work here.

4 Responses to “Mencintai atau Dicintai?”

RSS Feed for Udara, pasir, dan semua yang kecil Comments RSS Feed

saya pilih hidup dengan orang yang sangat mencintai saya, lalu saya akan berusaha selalu mencintai dia

kalau saja semua pilihan ada di tangan, bagaimana kalau anda sangat mencintai seseorang tetapi dia ragu-ragu dengan cintanya kepada anda? Apakah anda akan melanjutkan diri? hehe

Saya suka tulisan anda.
Dan saya setuju dgn peryataan anda, keduanya ada di tangan. Kalau hanya mencintai tanpa dicintai itu penjajahan. Klu hanya dicintai itu penipuan

terima kasih atas tanggapan anda, saya sangat menghargainya… dan saya pun setuju dengan pernyataan anda..


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...