Archive

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Marcus Tullius Tiro?

October 31, 2011 Leave a comment

Ada yang salah dengan judul diatas? Mungkin pembaca dua novel Robert Harris, Imperium dan Conspirata agak mengerutkan kening. Sama seperti ketika saya mendengarnya disebutkan di sebuah acara di stasiun TV nasional tadi pagi.

Beliau adalah penemu stenografi, cara menulis ringkas nan cepat, biasanya dipakai untuk mencatat isi pembicaraan. Sebelum ditemukannya alat perekam, stenografi atau singkatnya steno sering dipakai oleh para wartawan.

Read more…

Advertisements
Categories: Uncategorized

Lama ga Update …

May 19, 2010 9 comments

Dua bulan terakhir ini akun facebook, twitter dan blog saya perlakukan dengan tidak senonoh! Mereka jarang saya tulisi, jarang saya jamah. hehehe

Alasannya banyak (ngeles nih). Diantaranya, sibuk mengurus Tara, anak saya yang begitu lengket, aktif dan tidak bisa diabaikan walau sedetik. Kalau ‘meleng’ sedikit, maka benda yang dipegangnya sudah masuk ke dalam mulutnya. Alasan lain, banyak kerjaan kantor yang harus segera diselesaikan, kalau tidak, bisa bikin jantung berdebar lebih kencang!

Tetapi, mungkin alasan utamanya, saya belum menemukan ‘passion’ saya. Mungkin.

Ada saran untuk saya?

Categories: Uncategorized

Semangat yang Membangkitkan

March 10, 2010 7 comments

Benar, saya adalah seorang yang suka menunda-nunda melakukan sesuatu. Benar, kalau saya sedang malas, maka saya akan sulit sekali untuk melakukan sesuatu yang harus saya kerjakan.  Dan kalau mood saya sedang jelek, maka hal yang ingin saya lakukan adalah tidak melakukan sesuatu. Dan tidur adalah sebuah hobi relevan yang dengan tidak keberatan saya kembangkan.

Sebaliknya dengan Tara, anak saya yang saat ini berusia 11 bulan*. Rasa mengantuk adalah siksaan. Karena tidur berarti pemutusan kesempatannya untuk bermain, mengeksplorasi, dan bergembira. Tidak jarang ia memperlihatkan ekspresi frustrasi melalui teriakan-teriakan, menyangkal matanya yang mulai terasa berat. Dan jika penyangkalannya disertai dengan gairah, maka akan memerlukan usaha yang sabar untuk membuatnya mengaku dan mau untuk tidur.

Read more…

Categories: Uncategorized

I Doglagan

November 16, 2009 7 comments

Pagi ini hujan deras sekali. Angin bertiup kencang dan air jatuh menimbulkan bunyi yang keras saat bertumbukan dengan atap. Rasanya sudah lama tidak menyaksikan hujan yang begini, atau cuma kerinduan saya saja? Tetapi hujan itu berhenti segera. Meninggalkan tetes-tetes air di teras rumah, dan pekerjaan untuk membersihkannya. Lalu saya membuka Hanphone: ada satu email baru!

“A!” menulis di salah satu postingan saya. Membuat saya terharu, membuka laptop, dan disinilah saya, membiarkan jari saya mengetik apa adanya.

Read more…

Categories: Uncategorized

Mencintai atau Dicintai?

November 3, 2009 6 comments

Pertanyaan ini sebenarnya muncul sudah lama, ketika seorang teman bercerita tentang kesusahan cinta yang ia alami. Aneh. Karena pertanyaan ini tidak berhubungan secara dekat dengan kisahnya. Cuma, tiba-tiba saja pertanyaan ini muncul waktu itu, dan sampai sekarang pun masih ada di kepala ini. Tidak mengganggu sih, tapi ada disana. Aneh.

Pilih mana? Mencintai seseorang dengan tulus, apa adanya, sedalam-dalamnya, tak tergoyahkan, setia sampai kapanpun, bersedia melakukan apapun, pokoknya tanpa syarat! Atau dicintai seperti kriteria diatas? Tak ada jalan tengah, tak ada atau. Jika hanya ada dua pilihan ini, yang mana yang akan anda pilih?

Tak berguna! Mungkin hanya sebatas wacana. Sebatas skenario sinetron! Tak layak untuk dipikirkan bahkan diperdebatkan. Hahaha, coba bayangkan jika anda memiliki pertanyaan diatas di kepala anda. Tanpa latar belakang, tanpa tendensi.

Tulisan yang aneh!

Terserah!

Jadi pilih mana? Hidup dengan seseorang yang begitu anda cintai atau hidup dengan orang yang sangat mencintai anda?

Ada begitu banyak skenario bukan?

Categories: Uncategorized

Berikan dan Dapatkan

September 1, 2009 5 comments

Dulu, sebelum menikah dan punya anak, saya memang sudah pernah membayangkan bagaimana kira-kira sibuknya menjadi suami dan ayah. Tetapi tentu saja membayangkan tidak sama dengan menjadi. Haha… memang tidak hanya memerlukan niat dan semangat, namun juga stamina dan keikhlasan. Terbukti suatu malam… Read more…

Categories: On True, Uncategorized

Kenangan itu… (Prajabatan)

June 4, 2009 4 comments

Prajabatan sudah usai. Ada berbagai kenangan. Suka – duka, senang – sedih, gembira – merana. Setiap peserta (siswa) angkatan VII golongan III tahun 2009 yang berjumlah 46 orang mesti memiliki kesannya masing-masing. Seperti yang disampaiakan oleh salah seorang teman, wirautama di blognya.

Bagi saya, ada beberapa hal yang yang menarik untuk dikenang. Seperti misalnya idealisme saya disentil lagi.Tidak usahlah saya mempedulikan citra PNS saat ini yang sering diejek, atau bukan urusan saya untuk memperbaiki orang-orang yang terlanjur membuat citra PNS jelek. Tugas saya adalah menjadi diri saya sendiri, mengkristalkan semangat pelayanan dalam diri saya, menjadi PNS yang bercitra baik. Demikian kira-kira yang ada dalam otak saya pada pemaparan hari pertama.

Sentilan kedua adalah mengenai do’a. Yup, saya jarang mengkhususkan waktu untuk berdoa sebelum memulai sesuatu, baik memulai makan ataupun bekerja. Memang, saya telah membaca sebuah buku yang membuktikan do’a memegang peran yang sangat penting. Tetapi pelaksanaannya masih seret. Maka ketika pemateri menyinggung bahwa berdo’a merupakan ciri budaya kerja yang sangat menunjang produktivitas, saya merasa telinga saya memerah.

Lalu saya mencatat ada dua pemateri yang menyinggung tentang tips mendidik anak. Yang pertama mengatakan jika anak meminta uang untuk membeli atau membayar sesuatu, walaupun kita punya uang, katakan saja saat ini belum ada, bahwa kita akan segera mengusahakannya. Ini untuk mengajarkan bahwa uang bukan sesuatu yang gampangan. Yang kedua  ketika anak kecil tidak mau mandi dan memilih menonton TV, maka ayah yang bijak akan meluangkan waktunya untuk sekedar mengajak anak untuk jalan-jalan, dengan syarat anak mandi dulu…

Ada juga yang terkesan begitu mengagungkan budaya Bali berupa pupuh-pupuh yang saya ingat terakhir saya pelajari saat masih duduk di bangku SD. Beliau mengatakan bahwa banyak pelajaran hidup yang bisa diajarkan melalui media seni tersebut. Menidurkan atau menenangkan anak, lagu-lagu itu sejujurnya begitu merdu dan kaya makna. Saya pun sempat merasa terharu mendengar sebuah lagu mengenai kisah Jayaprana dan Layonsari yang begitu shahdu. Saya jadi ingin membeli buku lagu-lagu bali dan mempelajarinya kembali.

Huff… Tidak adil rasanya jika sayatidak menceritakan tentang perasaan gundah saya yang begitu terasa terutama di awal-awal tinggal di asrama. Rasa rindu dan kangen bertemu dengan anak dan istri tidak bisa dipungkiri. Terbayang potongan-potongan suara yang belum membentuk kata yang diucapkan Tara, ekspresinya, senyum dan tawanya. Terbayang wajah, dan kasih sayang Desi yang biasanya menemani saya.

Ya, memang diberi kesempatan pulang pada saat liburan. Dan kesempatan ini sangat berarti.  Di perjalanan pulang, yang ada di pikiran saya cuma Tara, Desi dan semua suasana rumah. Perlu usaha keras untuk memfokuskan perhatian saya sepenuhnya ke jalan di depan saya.

Namun tidak demikian saat pulang ketika Diklat telah usai. Entah aneh atau tidak, yang terpikirkan adalah saat-saat kami menjalani Diklat bersama-sama. Wajah teman-teman, canda-tawa, kerjasama team yang kami lakukan, susah-senang yang kami bagi bersama. Acara keakraban yang kami maknai tadi. Ahhh, perasaan ingin kembali merasakan suasana itu campur aduk dengan perasaan ingin berkumpul dengan keluarga. Bahkan, di jalan, bayangan tentang kenangan Prajabatan mendominasi… sendu.

Tidak heran, beberapa hari setelah prajabatan (sampai hari ini), ketika membuka facebook, kami saling add, saling berkomentar, seolah menumpahkan kerinduan itu. Saling bercerita, bertanya kabar, melontarkan ide membuat mailing list dan melemparkan usul pertemuan kembali.

Ahhh, kenangan itu… Mengukir hiasan di hati, mengukir senyum dan kerinduan. I Miss U All…

Categories: Uncategorized