Archive

Archive for the ‘On True’ Category

Akhirnya Kupilih Dia (3 – akhir)

December 12, 2010 1 comment

Setelah memutuskan untuk membeli netbook, menemukan yang terbaik menurut saya, lalu kecewa mendapati bahwa pilihan saya hanya akan menjadi idaman yang tidak tersedia di toko, saya bingung. Memutuskan untuk menghentikan sejenak pemikiran tentang PC desktop, laptop, atau netbook. Lalu terjadilah kejadian ini:

Hari itu senin pagi, bertempat di jalan alternatif Bangli – Tulikup, tepat di perbatasan wilayah Bangli-Gianyar yang ditandai oleh sebuah jembatan, saya terjatuh. Saya akui saya mengebut dan sedikit melamun, dan ketika jalan yang tadinya aspal mulus berubah menjadi berkerikil, spontan saya mengerem sepeda motor, menjadi tidak stabil, berkelok-kelok nyaris tak terkendali, masih sempat berfikir untuk jatuh di tanah saja. Dan, yang saya ingat memang Read more…

Akhirnya Kupilih Dia (2)

December 10, 2010 Leave a comment

Ya, saya tetapkan hati untuk membeli netbook saja (untuk saat itu, hehe). Lagi-lagi saya mencari di situs toko online terkenal di Indonesia, tetapi blum ada yang cocok banget. Lalu saya cari di beberapa situs internasional, blog-blog review laptop luar negeri. Mencari netbook yang kecil tapi keyboardnya tetap nyaman untuk mengetik, grafiknya bagus tapi  baterai tahan lama, harganya pas dan performa memuaskan. Kemudian saya menimbang antara kedua netbook dibawah ini:

Acer Aspire 1410

1.4GHz Intel Core 2 Solo SU3500 processor,

2GB of RAM,

a 250GB hard drive,

Bluetooth, and 802.11a/b/g/n WiFi,

baterai a 6 cell, 4400mAh

Read more…

Akhirnya Kupilih Dia (1)

November 20, 2010 2 comments

Awalnya saya ingin membeli sebuah ‘desktop PC’ untuk anak saya, Tara bisa bermain-main. Karena dia masih kecil, 1 tahun 8 bulan, asumsi saya komputer ini harus tahan banting, keyboardnya kadang akan mengalami ‘siksaan’ demikian juga mouse dan monitornya tidak akan luput dari perlakuan yang tidak wajar. Hehe…

Sebelumnya saya kami memakai IBM Thinkpad R51 yang menjadi bintang di eranya dan masih sangat handal sampai saat ini. Ia dapat memainkan NFS Most Wanted, Fable The Lost Chapter, Gothic II, Hitman 2, PES 6 dan beberapa game sejenis. Memang bukan game high end terbaru, tapi bagi saya game-game diatas sudah cukup menghibur. Demikian juga bagi istri saya yang sudah cukup puas dengan memainkan game-game GameHouse, PopCap dan sejenisnya.

Read more…

Spiritualitas Ada Dimana-mana

February 4, 2010 6 comments

Sudah kira-kira dua setengah bulan ini Tara begitu berkeras untuk ikut ke atas ketika neneknya sembahyang. Setiap hari seperti itu, saat melihat ibu saya mengenakan kain dan selendang serta membawa ‘canang’ menaiki tangga, maka ia segera menunjuk-nunjuk atau dengan cepat merangkak dan ingin diajak.

Apa yang dia lakukan diatas bukannya luar biasa, namun cukup membuat Read more…

Efek Musik

December 21, 2009 5 comments

Saya berani bertaruh anda sudah pernah mendengar tentang bagaimana efek musik yang diperdengarkan pada janin dalam kandungan. Saya tidak bermaksud untuk memberikan fakta baru ataupun menjelaskan dengan lebih detil tentang hal ini. Cuma ingin berbagi pengalaman saja.

Ya, ini tentang Tara (lagi-lagi). Saat ia masih dalam kandungan kami sering memperdengarkan musik. Paling sering, Enya, terkadang musik klasik, dan juga lagu pop yang sedang ngetrend. Waktu itu, kata istri, Tara merespon dengan bergerak-gerak lembut, bahkan kadang saya bisa merasakan geliatnya.

Kebiasaan memperdengarkan musik terus saya lakukan ketika ia sudah hadir nyata di dunia dan kehidupan kami.

Menginjak usia 8 bulan, ia membuat saya takjub. Ada pola tertentu. Ada musik tertentu yang ia pilih untuk ia sukai. Musik tradisional bali, kidung (nyanyian tradisional) bali, musik-musik ceria, dan musik-musik yang menenangkan. Jika ia mendengar musik yang ia sukai, maka ia akan berhenti bermain, bahkan sampai berhenti di tengah sesi minum susu, untuk mendengar dan menggerak-gerakkan tangannya mengikuti irama. Ia pun lebih mudah tertidur jika diperdengarkan musik yang menenangkan.

Memang, ini hanya bagian kecil dari perkembangan Tara yang membuat saya bangga. Membuat saya takjub dan bersyukur menjadi seorang ayah.

Categories: On True

Berikan dan Dapatkan

September 1, 2009 5 comments

Dulu, sebelum menikah dan punya anak, saya memang sudah pernah membayangkan bagaimana kira-kira sibuknya menjadi suami dan ayah. Tetapi tentu saja membayangkan tidak sama dengan menjadi. Haha… memang tidak hanya memerlukan niat dan semangat, namun juga stamina dan keikhlasan. Terbukti suatu malam… Read more…

Categories: On True, Uncategorized

Potong Ayam

April 16, 2009 7 comments

Sekitar seminggu yang lalu, Tara menginjak usia 42 hari.  Dan kami, orang Hindu di Bali merayakan dan mengucap syukur kepada Tuhan, dan seperti yang digariskan oleh para local genius kami yang sudah diikuti sejak lama, selain membuat banten yang berisi rangkaian janur dan buah, kami juga menyembelih ayam. Saya ditugaskan oleh ayah saya untuk memegangi sementara ayah saya mengasah pisau…

Saya jadi memandang diri saya yang sudah 25 tahun lebih ini. Ingat saat acara nikah saya. Beberapa ekor babi disembelih, bebek, ayam juga. Itu semua untuk kepentingan saya. Entah sudah berapa ayam, bebek, babi yang disembelih atas nama saya…

Satu persatu keenam ayam itu disembelih oleh ayah saya, dengan tangan saya mencegah mereka meronta-ronta. Huff, saya hanya bisa berdoa, semoga pengorbanan mereka tidak sia-sia, dan semoga mereka diangkat derajatnya di alam sana…

Kenapa hanya berdoa? Kenapa bukan saya sendiri yang memaknai pengorbanan mereka?

Berbagai upacara yang telah saya lewati, dari sejak saya ada di dalam kandungan, saat lahir, sebulan, sebulan tujuh hari, tiga bulan, enam bulan, beranjak dewasa, menikah, dan otonan (setiap enam bulan Bali), tentu ada maknanya, ada doanya, ada harapan, agar saya menjadi lebih baik. Berguna bagi dunia, bukan cuma buat umat manusia, tapi juga umat mereka, buat alam keseluruhan… Ahhhh

Pukulan telak buat saya! Seumur hidup saya selama ini, sudah sejauh mana sih saya telah memaknai pengorbanan mereka? Pengorbanan kan dilakukan untuk sesuatu yang lebih besar!!! Seorang prajurit akan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan jenderalnya. Seorang samurai akan mengorbankan dirinya untuk Daimyo atau Shogun-nya. Hewan-hewan itu telah dikorbankan atas nama saya untuk apa??? Lagipula saya bukan ‘tuan’ mereka bukan???

Setelah mencelupkan ayam tak bernyawa itu di air panas, kami mencabuti bulunya, mengeluarkan isi perutnya, dan akhirnya tugas  memanggang ayam-ayam itu diserahkan kepada saya. Entah karena saya kurang fokus, atau karena saya memang tidak ahli, beberapa bagian ayam itu agak gosong.

Terimakasih, karena acara 42 hari tersebut berjalan lancar. Tara mengikuti seluruh rangkaian acara tanpa cerewet sedikitpun. Dan setelah semua rangkaian acara selesai, seperti biasa kami makan-makan. Dan saya tidak menikmati secuil pun ayam yang saya panggang dengan tangan saya itu.

Sampai sekarang masih berpikir, sepertinya pengorbanan mereka begitu besar…

Categories: Inside my Thought, On True