Home > On True, Resensi, Tekno > Akhirnya Kupilih Dia (3 – akhir)

Akhirnya Kupilih Dia (3 – akhir)

Setelah memutuskan untuk membeli netbook, menemukan yang terbaik menurut saya, lalu kecewa mendapati bahwa pilihan saya hanya akan menjadi idaman yang tidak tersedia di toko, saya bingung. Memutuskan untuk menghentikan sejenak pemikiran tentang PC desktop, laptop, atau netbook. Lalu terjadilah kejadian ini:

Hari itu senin pagi, bertempat di jalan alternatif Bangli – Tulikup, tepat di perbatasan wilayah Bangli-Gianyar yang ditandai oleh sebuah jembatan, saya terjatuh. Saya akui saya mengebut dan sedikit melamun, dan ketika jalan yang tadinya aspal mulus berubah menjadi berkerikil, spontan saya mengerem sepeda motor, menjadi tidak stabil, berkelok-kelok nyaris tak terkendali, masih sempat berfikir untuk jatuh di tanah saja. Dan, yang saya ingat memang saya menuju pinggir jalan yang terbuat dari tanah, rem depan cakram dan rem belakang blong membuat saya terlempar, koprol, dan syukur hanya luka ringan. Sepeda motor saya bengkok pada setangnya.

Saya dapat melanjutkan perjalanan, bersyukur saya tidak apa-apa, bisa tersenyum dan bergembira.  Tapi hanya sementara.

Siang itu saya membuka laptop IBM R51, menekan tombol power, terdengar bunyi kipas, berkedip lampu num lock dan caps lock. Tetapi lampu hardisk tidak bergeming, layar pun tetap hitam! Ooo, God, apa yang terjadi? Saya panik, motherboard kah? Memori? Hardisk? Atau rusak total? Langsung stres. Langsung bingung harus berbuat apa. Dugaan saya, saat saya terjatuh, koprol, si IBM R51  yang ada di tas menahan beban punggung saya yang (mungkin) sempat terbentur. Kalau begitu, pasti rusaknya parah! Bisa-bisa tamat riwayatnya!

Dengan pikiran berkabut dan hati yang berkeping, saya membuat keputusan. Membeli laptop dengan kemampuan yang menyerupai rancangan PC yang ingin saya beli (Akhirnya Kupilih Dia -1). Saya browsing lagi, ke toko online Bh*****a.com mencari-cari laptop yang bisa buat gaming tapi cukup ringan di kocek.

Lalu saya menemukan Acer Aspire 4745G dengan spesifikasi yang saya suka dan harga yang tidak terlalu berat. Spesifikasinya adalah Intel Core i5-460 2,5 GB, Ati Mobility Radeon HD 5650 1024MB VRAM, 14” HD LED LCD, 2GB DDR3 Memory, 640 GB HDD, Wifi, Bluetooth, Multicard reader, 6 cell baterai. Saya konsultasikan dengan istri, dan dia menyetujui.

Harga kisarannya Rp 7,6 Juta untuk DOS dan 8,1 Juta untuk bundel dengan windows 7.

Menurut anda bagaimana?

Atau teman-teman ingin tahu review saya setelah menggunakan laptop ini? Silahkan kunjungi saya beberapa hari lagi, dan akan saya ungkapkan tanpa rahasia beberapa hal tentang laptop pilihan akhir saya ini.

Advertisements
  1. December 19, 2010 at 12:16 PM

    salam kenal aja dah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: