Home > Inside my Thought, Mencari Inspirasi > Hanya bayangan saja

Hanya bayangan saja

Sudah lama tidak posting, sudah lama juga pengunjung di blog saya tidak pernah mencapai 2 digit. Lagian dalam waktu dekat, sepertinya saya tidak punya waktu untuk menulis di blog ini, at least 2 minggu ke depan. Baiklah, seperti jadul eh judul diatas, saya coba tulis saja apa yang saya bayangkan tadi di jalan menuju tempat kerja.

Sebelumnya, bagi pembaca yang belum tahu, saya menikah dan memiliki seorang bayi perempuan yang lucu dan sehat. Ah, to the point aja, tentunya anda sudah pernah mendengar, mengalami, menyaksikan atau menonton para orang tua sibuk yang tidak memiliki waktu untuk anaknya. Mereka sibuk dengan urusannya sendiri dan membiarkan anaknya juga sibuk sendiri. Entah itu menonton acara TV, bermain PS di ruang tamu, bermain layangan di jalanan, atau cuma dibiarkan menggeletak begitu saja di tempat tidur. Saya sih, gak mau berdebat untuk menyalahkan atau membenarkan situasi seperti itu. Cuma, saya maunya dapat mencurahkan sebagian waktu saya untuk menemani dan melihat anak saya berkembang dan bertumbuh. Karena bagaimanapun juga, orangtua sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter dan kesuksesan seorang anak. Keputusan-keputusan kecil yang melibatkan anak dapat berdampak besar pada saat ia dewasa nanti. Cara berpikir, bertindak, kebiasaan dan karakter si anak, sebagian besar ia peroleh dari teladan orangtuanya (atau orang yang ditirunya). Hehe, maaf ini berdasarkan analisa saya saja. Mungkin ada yang mau menambahkan dari sumber yang labih valid dan terpercaya? Silahkan…

Okeh, kembali pada bayangan. Saya membayangkan suatu hari, di rumah, sekitar pukul 18:10 saya sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja kerja saya. Istri juga sedang sibuk di meja dapurnya (hehehe, suami egois). Tiba-tiba Tara (Anak saya, yang dalam bayangan saya sudah berumur 3 tahun) mencolek tangan saya, dan saat saya menoleh ke arahnya, saya melihat rasa bosan terlukis di mimiknya. “Ayooo main”, katanya.

Gak mungkin kan, saya menyuruhnya mengganggu ibunya di dapur? Saya juga gak pengen hanya menyuruhnya menghidupkan TV dan menonton sinetron yang (saat itu masih) mengandung kekejian, irihati, balas dendam, kehidupan konsumtif. Lalu saya ingat nenek dan kakeknya, wah, mereka sedang kondangan…

Ahha! Kemarin saya membeli buku origami berwarna-warni! Saya keluarkan buku itu dari laci, saya sodorkan ke depan wajahnya yang mungil, lalu saya terangkan caranya bermain melipat kertas ala Jepang itu. Dan ia duduk tekun, mengerjakannya. Dan saya kembali ke pekerjaan saya.

Voila! Setelah beberapa menit (mungkin 10-15 menit) ia kembali mencolek tangan saya. “Bapak, sudah jadi!”, kali ini wajahnya sumringah.

Saya lihat hasil karyanya, “Wah, bagus sekali. Tara emang kreatif! Hmmm, coba sekarang Bapak, bisa gak ya, bikin yang kaya’ Tara bikin…”

Dan saya mulai melipat beberapa kali. Ouuww, hasil lipatan saya berbeda dengan yang dibuat Tara!

“Wah, kok bisa beda ya? hasilnya?, eh tapi bagus juga kan? Tapi menurut Tara bagusan mana? Punya Bapak apa punya Tara?”

“Iya, dua-duanya bagus, Tara bikin lagi ahh, yang lebih bagus lagiii”

Begitu… Gak penting banget ya, saya menceritakan bayangan saya yang seperti itu? Hmmm, tetapi seberapapun anda, para pembaca yang budiman menganggapnya tidak penting, saya tetap akan membiarkan bayangan itu di kepala saya sampai suatu saat nanti akan saya wujudkan. Yang terpenting adalah, tadi saat saya membayangkannya, saya merasakan kehangatan hubungan ayah-anak. Saya merasakan kebahagiaan yang tak terungkapkan dengan hanya kata-kata. At last, saya cuma berbagi. Bayangan saya, imajinasi saya, yang mungkin bagi anda tidak penting. Karena saya tahu, andapun pasti memiliki bayangan, impian, yang suatu saat ingin anda wujudkan. Yang membuat anda bahagia, bahkan pada saat hanya membayangkannya. Happy imagining!

  1. June 21, 2009 at 7:13 PM

    hmmmmmmmmmm…. bayangannya visioner sekali.

    ititut4rya said: saya tau, rasti juga punya bayangan tertentu kan? dan saya yakin yang rasti perlukan untuk mewujudkannya hanya tambahan keyakinan. Tul gak?

  2. June 22, 2009 at 1:49 PM

    yang saya bayangkan dan saya doakan saat ini adalah saya dan istri cepet mendapatkan putra/putri yang suputra..

    ititut4rya said: saya doakan yang terbaik untuk anda brow, semoga yang diidamkan segera membuat gek ari ngidam, hehehe…

  3. July 3, 2009 at 4:47 PM

    aduh, untung baca artikelnya dari judulnya saya kira arya berhalusinasi . .

    ititut4rya said: hehehhehe, anda tidak salah pak…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: