Home > Mencari Inspirasi > Semangat Pantang Menyerah!

Semangat Pantang Menyerah!

Sudah lama tidak posting. Ide ada, tapi begitu menghidupkan laptop, tiba-tiba keinginan untuk mengetik sesuatu terbelokkan oleh keinginan untuk bermain Football Manager 2008. Dan jadilah saya membuang-buang waktu dengan mengatur dan menyaksikan nama-nama pemain bola internasional membuat saya makin penasaran dan penasaran. Haahhh, padahal sudah sejak lama saya ingin menghentikan kecanduan yang tidak bermanfaat bagi kemajuan ini. Berkali-kali saya ingin berhenti lalu meng-uninstall game ini, tetapi pesona Chelsea, MU, Arsenal, Totenham dan lain-lain membuat saya menyerah dan jatuh lagi.

Kenapa saya harus menyerah? Padahal si Tara tidak pernah menyerah untuk berguling lalu menelungkup, terus mencoba untuk mengangkat badannya (dia sudah bisa mengangkat leher dan kepalanya), lalu mewujudkan cita-citanya untuk segera merangkak! Dan dalam dua hari ini, dalam tidurpun ia mencoba berguling untuk bisa menelungkup! Ia belum bisa melakukannya, tetapi ia tetap berusaha!

Ketika saya bantu ia menelungkup, memposisikan tangannya di bawah wajahnya, ia mulai melakukan akrobat yang begitu membuat kami bahagia. Ia mengangkat kepalanya, seolah melihat dunia dari perspektif yang berbeda, tersenyum, lalu melihat berkeliling dengan pandangan takjub. Kemudian secara instingtual ia menggerak-gerakkan kakinya, ingin mengangkat badan bagian bawah dengan kakinya. Ia tidak tahu kalau kaki dan tangannya belum cukup kuat untuk itu. Ia belum mengerti saat kami tertawa-tawa lalu berkata kalau dia belum bisa. Ia tetap berusaha!

Itu memukul saya. Seperti ada seorang sahabat yang menepuk punggung saya dan berkata, ”Ya, kaya’ anakmu itu dong, berjuang terus tanpa kenal menyerah. Kejar cita-citamu, jangan lalu mundur ketika melihat kelemahan dalam dirimu”. Yup, saya akui, ketika logika saya berkata bahwa kemampuan saya ‘nggak bakal nyampe’ maka saya lebih cenderung untuk menyerah. Demikianpun jika saya melihat akan ada begitu banyak resiko yang harus saya pertaruhkan untuk meraih sesuatu, maka saya memilih untuk melupakan saja hal itu. Saya lebih cenderung untuk mundur dan mencoba terus bertahan pada keberadaan saya saat ini yang begitu nyaman dan predictable. (Termasuk memilih untuk bermain FM ’08 yang tanpa konsekuensi dibanding mencoba menulis dengan konsekuensi menghasilkan tulisan yang buruk).

Aaaah, FM ’08 juga ikut merampas sedikit-banyak waktu saya bersama Tara. Kadang saya lebih memilih untuk memelototi layar laptop yang menampilkan pemain-pemain yang menciptakan gol-gol seru (yang sebenarnya hanya terdiri dari bulatan-bulatan yang sedikitpun tidak menyerupai manusia) dibanding menyanyikan lagu untuk Tara (meski saya tahu suara saya tidak cukup merdu, tetapi Tara seperti terlecut semangatnya untuk berlatih bicara jika mendengar dan melihat orang menyanyi).

Kembali pada esensi dari tulisan ini, sudah seharusnya saya mengembalikan semangat saya seperti sewaktu seumur Tara dulu. Atau setidaknya saat umur 9 bulanan ketika saya berlatih berjalan. Atau seperti saat belajar naik sepeda roda dua waktu umur 6 tahun. Aaahh, saat itu saya tidak tahu kalau ada kemungkinan untuk gagal. Saat itu saya belum mampu berhitung tentang resiko, saya belum mampu memprediksi kemungkinan luka-luka yang mungkin bisa dialami. Kalaupun saya jatuh atau terluka, saya akan menangis sebentar, lalu mencoba lagi.

Memang benar, kita tidak hanya bisa belajar dari para orang tua. Bahkan bayi umur dua bulan pun sanggup memberikan kita pelajaran. Ketika kita mampu memaknai…

Categories: Mencari Inspirasi
  1. ina maniz nih
    May 5, 2009 at 12:22 PM

    Tara..Tara..you just remind me about someone that really important in my life, my lovely prince charming…Udaya….,semangat..semangat..mesti tetep semangat…

    ititut4rya said: ya, that is what this writing meant to be, to remind everyone about something (the spirit within) or someone (anyone) who can spark up our spirit! Thx mba Ina…

  2. June 24, 2009 at 5:33 PM

    salam..

    nice post, the older we are sometimes the less spiritful we are..often we dont realize that. however, there’s always somthing to learn behind the line 🙂

    ititut4rya said: salam, thanks, completely agree, n try to always learning though those spirit sometimes go low…

  3. citrajourney
    August 26, 2009 at 5:46 PM

    wah Arya anaknya uda gede yachh…pst lucu…..hihihi…..

    mohon dukungannya dalam kompetisi blog balai bahasa dengan memberi beberapa komentar di artikel ini ya Ar…. klik http://citrajourney.wordpress.com/2009/08/26/penggunaan-bahasa-indonesia-sebagai-sarana-pembelajaran-blog-remaja-indonesia/

    GBU…:)

    • August 31, 2009 at 2:48 PM

      ya nih, sekarang udah mulai bisa protes looo…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: