Home > Mencari Inspirasi > Memeri di suatu pagi

Memeri di suatu pagi

Sudah 4 hari lewat tanpa nulis sesuatu di blog. Hanya menulis dan merespon comment. Lalu memperbaiki tampilan blog dengan menambah recent post dan recent comment di Widget atas saran Wira Santosa. Merambah beberapa blog teman, mencari inspirasi. Menemukan blog teman saya, Deddy Andaka, yang begitu mengagumkan. Salut! Sudah 8 tahun ngeblog dan yang satu postingnya aja ada 30 ampe 50-an komen, dalam beberapa hari. Wow! Wajar, tulisannya banyak yang berkualitas dan bermanfaat bgt. Mungkin ada teman yang baru memulai bikin blog, atau yang merasa perlu untuk mengetahui beberapa seluk beluk blog, atau mengenai kesehatan, marketing, saya rekomen untuk berkunjung ke blognya (Saya yakin teman saya, dr. Deddy Andaka tidak keberatan).

Jadi termotivasi sekaligus terintimidasi. Jadi ingin terus menulis dan memberi manfaat, jadi ingin terus memperbaiki diri dan isi blog, ingin terus belajar. Tapi bisa nggak ya? Suatu hari nanti sebagus itu? Hhhhh, jadi terbayang segudang kelemahan-kelemahan saya…

Contohnya, seharusnya saat ini saya melanjutkan tulisan fiksi di blog saya, Bata dan Kata, yang awalnya saya proyeksikan untuk ditulis dan di post setiap hari, tapi kenyataannya tidak. Memang, kerangkanya udah ada, tetapi saya masih memilih ending yang bagus, dan penyampaian yang menarik. Agak2 perfeksionis gitu. Jadinya terbeban. Mau menulis topik lain, serasa masih punya utang bwt ngelajutin Bata dan Kata…

Kemarin pagi, di jalan menuju kota Bangli, sebuah desa, melihat seorang petani menggiring ‘memeri’ atawa bebek dengan menggunakan tongkat khasnya. Udara lembab, dan asphalt basah karena hujan yang turun beberapa saat berlalu. Saya melaju diatas Supra Fit agak cepat, ya… 55 km/jam lah. Bebek-bebek itu membuat saya mengingat masa kecil saya. Saat melewati sebuah tanah becek tergenang air coklat, beberapa bebek yang digiring itu menikmati sekedar berenang, mengibas-ngibaskan ekornya dan mencocor lumpur. Pemandangan yang saat itu membuat saya tersenyum. Ingin mengambil foto dan mempostingnya disini. Tapi saya sudah telat. (Saya jadi menyesal melewatkan momen itu).

Apa kejadian itu (dan sesuatu yang tidak terjadi saat itu) membuktikan saya belum serious dalam berniat atau berkomitmen? Ahhhh, baiklah. Saya jadi klise saja-lah. Menjadikan apa yang telah terjadi menjadi bahan pelajaran dan berharap ketika saya mendapat kesempatan lagi, saya cukup memiliki dorongan untuk melakukan apa yang mesti saya lakukan tanpa ragu!

Hari ini saya libur, setelah hari Senin lalu dinas malam di UGD RSJ, kemudian lanjut pulang sore pada selasa dan rabu kemaren. Satu hari ini cukup tidak ya, untuk me-refresh fisik dan mental saya? Semoga…

Categories: Mencari Inspirasi
  1. February 12, 2009 at 3:50 PM

    Wah Ar… ngeblog juga ya? Baru tau nih. Minta izin tak link juga ya… 🙂

    Jangan bilang tulisanku berkualitas gt donk Ar. Masih sama2 belajar nulis kok. Kan ini “bukan masalah waktu”. Hehe…

    Pokoknya selamat ngeblog deh! Sukses!

    ititut4rya says: Ya nih ded, baru mulai… Gimana ya, kenyataannya emang aku salut ama blog kmu, itu kata-kata terwajar yang bisa kusampaikan… Ya, sama2 belajar, ajarin aku ya, ded… Makasiiiiii….

  2. February 12, 2009 at 5:05 PM

    “Menjadikan apa yang telah terjadi menjadi bahan pelajaran dan berharap ketika saya mendapat kesempatan lagi, saya cukup memiliki dorongan untuk melakukan apa yang mesti saya lakukan tanpa ragu”

    hm, sepertinya itu sangat susah untuk saya 😦

    ititut4rya says: beh, Tie (boleh kupanggil begini?) yang optimis dong! Pernah baca The Secret? ato Law of Attraction? ato yang lokal dengan kualitas yg bagus, Quantum Ikhlas? Atau kalau mau yang lebih memerlukan perenungan The Power of Now? atau kalau mau yang bahasa Inggris (karena blum diterjemahkan) A New Earth? Kata “susah” itu sebaiknya diganti dengan “tidak gampang” Tie, lebih encouraging…. semangat Tie… you are born success, all you have to do is to claim it!!!

  3. February 13, 2009 at 10:58 AM

    “Tie”, boleh2 🙂

    “you are born success, all you have to do is to claim it”
    wuah, mercie…: )

    sekarang saya sedang mencari biografi Carl Gustav Jung..

    ititut4rya: Oya, saya lupa, kalimat yang di quote itu, kayaknya itu pernah diucapkan atau ditulis oleh seorang motivator, saya lupa itu siapa. Kayaknya Andrie Wongso.
    Jung ya, mmmmm

  4. February 14, 2009 at 7:22 AM

    Punya blog itu seperti jadi pemusik. Kalo kita menciptakan sebuah lagu, belum tentu orang seneng lagu kita. Maka kalo kita bikin posting, belum tentu orang lain suka. Namun itu tidak boleh menyetop kita menciptakan lagu lain atau menulis posting lagi.

    Tapi kalo kebetulan salah satu lagu kita disukai orang, pasti orang itu akan nunggu-nunggu lagu kita yang lain. Begitu pula kalo salah satu postingan kita disukai audience, audience itu pasti akan dateng lagi ke blog kita.

    Jadi jangan berhenti bikin karya. Yuuk..!

    ititut4rya says: hmmm, anda memberi saya dukungan yang sangat saya perlukan bu’. Thx alot… palagi saya baru mulai ngeblog neh… Pokoknya I really appreciate it… Thx again

  5. February 17, 2009 at 1:25 PM

    Jung si psikoanalis,

    fiuh, susah juga cari bukunya..

    hm, kalo saya nemu si Sam Kok, saya kabari segera

    🙂

    rasti ini ganti trus namanya :),…ya, kalo saya yang nemu Jung, say kasi tau juga…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: