Home > Uncategorized > Arti Hidup

Arti Hidup

Semenjak SMP saya memendam minat terhadap bacaan self help (psikologi). Seingat saya dimulai dari membaca sebuah buku Dale Carnegie yang saya temukan lusuh terselip di salah sebuah kardus berisi tumpukan majalah bekas kakak saya. Waktu itu saya masih kelas 2 dan tinggal di desa. Memang ada sebuah toko buku di dekat sekolah, tetapi koleksinya sebagian besar buku-buku pelajaran dan beberapa buku ‘aneh’ seperti Panduan Menguasai Telapak Sakti Beruang atau Seminggu Menjadi Ahli Totok Darah. Jadi buku Dale Carnegie itu, yang saya lupa judulnya, membuat saya menyelam ke dalam diri saya, meyakinkan saya bahwa saya bisa mejadi lebih baik, dan memberikan panduan untuk mencapainya. I simply bedazzled!

So, on the 3rd grade of Junior High, I moved in to town. Denpasar. Big City. Bigger chalenges. Dan orang udik ini diantarkan seorang teman berkeliling di sebuah toko buku besar.  Maka minat itu hampir tidak menemukan batasnya. Stephen R Covey, John C Maxwell, Chery-Charter Scott, beberapa penulis yang lain dan tentu saja cinta pertama saya, Dale Carnegie.

Apa saya sudah menemukan arti hidup? Belum!

Kuliah. Bertemu seorang teman yang ‘aneh’. So pure-hearted wannabe. Dan saat kami berencana mengerjakan PR di rumah saya, maka yang ia gapai adalah buku-buku spiritual yang ada di rak buku saya. Man, it’s not the right time for that now! It’s 10 pm and the homework should be admitted tomorrow! Kami mengobrol banyak tentang spiritualitas, tentang hidup! Lalu kebiasaan ‘jelek’ itu terus berlanjut kapanpun kami punya kesempatan. Bahkan saat kami harus sama-sama menempuh ujian ulang esok hari!

Dan terakhir kali kami berbincang (Oktober 2008), saya belum menemukan arti hidup saya. Hufff…

Singkatnya, saya terus membaca buku self help, mempraktekkan beberapa triknya, membaca buku spiritual, menjadi bingung karena kebodohan saya. Ha! Dan entah berapa kali periode bosan, dimana saya memutuskan untuk berhenti membaca, saat dimana melihat buku self help jadi tanpa makna.Ya! Waktunya mengendapkan semua yang saya baca, dengar, dan katakan. Kemudian minat itu datang lagi, pergi, datang, bingung, merenung.

Decision: Just live it! Life is life. Go with the Flow. You’re just a falling leaf on a stream. Yup, saya menjalaninya…

Dan, beberapa menit yang lalu saya menulis judul diatas, apakah saya sudah menemukan arti hidup saya? Rasanya sudah. Sudah sejak kemarin. Hahahahaha, is it a joke? Man, don’t be so silly, did Mahatma Ghandi realized the true meaning of life? If he did, he worth it. Even if he didn’t, how come I dare to say that I’ve found it?

But, it’s true! I know. Do you?

Categories: Uncategorized
  1. rastiti
    January 29, 2009 at 3:17 AM

    “Just live it! Life is life. Go with the Flow. You’re just a falling leaf on a stream”

    Hm, bener juga ya…

    wah, bacaannya mantap2 tu!
    sudahkah membaca “Mimpi-mimpi Einstein” Alan Lightman?

    by ititut4rya: yah, terbukti emang gitu brow, saya gak bole ngotot gitu. Kayaknya saya harus selaras ama arus…
    Buku itu pernah saya baca abis kalo ga salah taon 2004-2005an lah. Trus saya kasi seorang adik kelas buat dibaca juga. Lumayan membebaskan, jadi lupa gimana caranya berpikir…(emang gimana caranya berpikir?)

  2. RusH
    January 29, 2009 at 7:28 AM

    Beh…Bolehlah dshare intisari-intisari yg sudah dbaca..
    Buku” tentang hidupnya….
    Pasti saya rajin mampir kesini hehehehe….

    by ititut4rya: okeh, ini baru permulaan, besok-besok saya share lagi tentang banyak hal, keep visiting and commenting…. Thanx bro

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: