Marcus Tullius Tiro?
Ada yang salah dengan judul diatas? Mungkin pembaca dua novel Robert Harris, Imperium dan Conspirata agak mengerutkan kening. Sama seperti ketika saya mendengarnya disebutkan di sebuah acara di stasiun TV nasional tadi pagi.
Beliau adalah penemu stenografi, cara menulis ringkas nan cepat, biasanya dipakai untuk mencatat isi pembicaraan. Sebelum ditemukannya alat perekam, stenografi atau singkatnya steno sering dipakai oleh para wartawan.
Telur Dadar Chinnamon
Kali ini saya mau berbagi resep masakan yang telah teruji di dapur milik ibu saya hasil eksperimen saya sendiri.
Ceritanya, kami kehabisan akal untuk membuat Tara, anak saya makan. Makanan yang biasa dia makan kemarin-kemarin ditolaknya, dan kalau dia lapar, maka dia menangis dan minta susu. Biskuit yang biasanya lahap ia makan pun ditampiknya. Pusing! Masak anak umur 2,5 tahun yang giginya sudah lengkap sampai ke geraham, minum susu doang.
Saya lari ke dapur, membuka kulkas dan menemukan beberapa telur, tidak ada yang lain. Tara tidak suka pedas, asin dan makanan yang terlalu berbumbu. Dia suka manis. Lalu ada chinnamon, kayu manis, yang rasanya memang manis.
Yah, demikianlah, saya pecahkan dua butir telor, aduk-aduk, sambil menunggu minyak di teflon panas, menaburkan sejumput kecil chinnamon, aduk-aduk lagi. Minyak panas, tuangkan adonan, goreng sampai matang.
Untungnya, happy ending. Tara suka, adiknya juga, mamanya juga, saya juga. Boleh dicoba! Boleh ditambah bumbu lain sesuai kreativitas anda.
Oya, saya campurkan chinnamon di bubur kacang ijo yang saya bikin juga.
Acer 4745G Review
Terkait dengan posting Akhirnya kupilih dia dimana saya memutuskan untuk membeli Acer Aspire 4745G, saya ingin sedikit mereview Laptop yang telah saya miliki hampir setahun ini.
Overal, saya suka. Suka sekali. Karena ambisi saya untuk bermain game yang saya inginkan dapat terlaksana. Football Manager 2011, Call of Duty, Pro Evolution Soccer 2011, Assasin’s Creed, Dragon Age, Star Wars: The Force Unleashed , Oblivion adalah beberapa game yang saya coba mainkan. Laptop ini dapat memuaskan saya dalam memainkan game-game tersebut. Spesifikasinya cukup untuk setidaknya bermain dalam mode medium. Bahkan PES 2011 sering saya mainkan dengan resolusi high dan tetap mantap, meski dari segi memory (RAM) kadang-kadang terjadi lag karena 2 GB dikatakan poor oleh sistem analisa bawaan PES 2011.
Akhirnya Kupilih Dia (3 – akhir)
Setelah memutuskan untuk membeli netbook, menemukan yang terbaik menurut saya, lalu kecewa mendapati bahwa pilihan saya hanya akan menjadi idaman yang tidak tersedia di toko, saya bingung. Memutuskan untuk menghentikan sejenak pemikiran tentang PC desktop, laptop, atau netbook. Lalu terjadilah kejadian ini:
Hari itu senin pagi, bertempat di jalan alternatif Bangli – Tulikup, tepat di perbatasan wilayah Bangli-Gianyar yang ditandai oleh sebuah jembatan, saya terjatuh. Saya akui saya mengebut dan sedikit melamun, dan ketika jalan yang tadinya aspal mulus berubah menjadi berkerikil, spontan saya mengerem sepeda motor, menjadi tidak stabil, berkelok-kelok nyaris tak terkendali, masih sempat berfikir untuk jatuh di tanah saja. Dan, yang saya ingat memang Read more…
Akhirnya Kupilih Dia (2)
Ya, saya tetapkan hati untuk membeli netbook saja (untuk saat itu, hehe). Lagi-lagi saya mencari di situs toko online terkenal di Indonesia, tetapi blum ada yang cocok banget. Lalu saya cari di beberapa situs internasional, blog-blog review laptop luar negeri. Mencari netbook yang kecil tapi keyboardnya tetap nyaman untuk mengetik, grafiknya bagus tapi baterai tahan lama, harganya pas dan performa memuaskan. Kemudian saya menimbang antara kedua netbook dibawah ini:
Acer Aspire 1410
1.4GHz Intel Core 2 Solo SU3500 processor,
2GB of RAM,
a 250GB hard drive,
Bluetooth, and 802.11a/b/g/n WiFi,
baterai a 6 cell, 4400mAh
Akhirnya Kupilih Dia (1)
Awalnya saya ingin membeli sebuah ‘desktop PC’ untuk anak saya, Tara bisa bermain-main. Karena dia masih kecil, 1 tahun 8 bulan, asumsi saya komputer ini harus tahan banting, keyboardnya kadang akan mengalami ‘siksaan’ demikian juga mouse dan monitornya tidak akan luput dari perlakuan yang tidak wajar. Hehe…
Sebelumnya saya kami memakai IBM Thinkpad R51 yang menjadi bintang di eranya dan masih sangat handal sampai saat ini. Ia dapat memainkan NFS Most Wanted, Fable The Lost Chapter, Gothic II, Hitman 2, PES 6 dan beberapa game sejenis. Memang bukan game high end terbaru, tapi bagi saya game-game diatas sudah cukup menghibur. Demikian juga bagi istri saya yang sudah cukup puas dengan memainkan game-game GameHouse, PopCap dan sejenisnya.
Lama ga Update …
Dua bulan terakhir ini akun facebook, twitter dan blog saya perlakukan dengan tidak senonoh! Mereka jarang saya tulisi, jarang saya jamah. hehehe
Alasannya banyak (ngeles nih). Diantaranya, sibuk mengurus Tara, anak saya yang begitu lengket, aktif dan tidak bisa diabaikan walau sedetik. Kalau ‘meleng’ sedikit, maka benda yang dipegangnya sudah masuk ke dalam mulutnya. Alasan lain, banyak kerjaan kantor yang harus segera diselesaikan, kalau tidak, bisa bikin jantung berdebar lebih kencang!
Tetapi, mungkin alasan utamanya, saya belum menemukan ‘passion’ saya. Mungkin.
Ada saran untuk saya?
Semangat yang Membangkitkan
Benar, saya adalah seorang yang suka menunda-nunda melakukan sesuatu. Benar, kalau saya sedang malas, maka saya akan sulit sekali untuk melakukan sesuatu yang harus saya kerjakan. Dan kalau mood saya sedang jelek, maka hal yang ingin saya lakukan adalah tidak melakukan sesuatu. Dan tidur adalah sebuah hobi relevan yang dengan tidak keberatan saya kembangkan.
Sebaliknya dengan Tara, anak saya yang saat ini berusia 11 bulan*. Rasa mengantuk adalah siksaan. Karena tidur berarti pemutusan kesempatannya untuk bermain, mengeksplorasi, dan bergembira. Tidak jarang ia memperlihatkan ekspresi frustrasi melalui teriakan-teriakan, menyangkal matanya yang mulai terasa berat. Dan jika penyangkalannya disertai dengan gairah, maka akan memerlukan usaha yang sabar untuk membuatnya mengaku dan mau untuk tidur.
Spiritualitas Ada Dimana-mana
Sudah kira-kira dua setengah bulan ini Tara begitu berkeras untuk ikut ke atas ketika neneknya sembahyang. Setiap hari seperti itu, saat melihat ibu saya mengenakan kain dan selendang serta membawa ‘canang’ menaiki tangga, maka ia segera menunjuk-nunjuk atau dengan cepat merangkak dan ingin diajak.
Apa yang dia lakukan diatas bukannya luar biasa, namun cukup membuat Read more…